WELCOME TO PRINCESS PEACH'S BLOG ^^ YOU CHOOSE THE RIGHT BLOG !!!

Tuesday, 8 July 2014

FANTASY ADVENTURE MOVIE RECOMMENDED

LIFE of PI




Life of Pi adalah sebuah film drama petualangan Amerika Serikat tahun 2012 yang didasarkan pada novel karya Yann Matel tahun 2001 dengan judul yang sama. Disutradarai Ang Lee, film ini dibuat sesuai naskah adaptasi karya David Magee, dan dibintangi oleh Suraj Sharma, Irrfan Khan, Gérard Depardieu, Tabu, dan Adil Hussain. 

Film ini berkisah tentang seorang anak laki-laki berusia 16 tahun bernama Piscine Molitor "Pi" Patel yang terjebak di sebuah sekoci setelah bencana kapal laut yang menewaskan keluarganya, ditemani seekor harimau Benggala bernama Richard Parker. Film ini dipuji oleh para kritikus.




SINOPSIS

Berawal dari kisah Pi yang masih kecil. Pi yang memiliki nama lengkap Piscine Molitor selalu berusaha untuk memperjuangkan nama baiknya di hadapan teman-temannya di sekolah. Bahkan, untuk menghindari ejekan dari teman-temannya, ia pun memotong namanya menjadi Pi yang dapat ia jelaskan secara matematika di hadapan mereka. Di sini terlihat bahwa betapa pentingnya mempertahankan arti baik sebuah nama. Tidak hanya itu, dalam ceritanya, Pi merupakan seorang anak laki-laki yang berasal dari keluarga India yang tidak mempercayai adanya Tuhan. Bagi ayahnya, agama adalah kegelapan. Berbeda dengan ayahnya, ia pun tergerak untuk mencari tahu tentang keberadaan Tuhan. Dengan rasa penasaran tentang adanya Tuhan, ia pun mempelajari bahkan menganut empat ajaran agama yaitu Hindu, Kristen, Islam, dan Yahudi.


Kemudian, ketika ia berumur 16 tahun, orang tuanya memutuskan untuk memindahkan kebun binatang mereka dari India ke Kanada dengan menaiki kapal kargo bernama Tsimsum. Namun, di tengah perjalanan, badai menghantam kapal mereka. Semua anggota keluarga terkurung dalam sebuah ruangan yang terendam dengan air laut. Di satu sisi, Pi harus menyelamatkan dirinya, namun di sisi lain ia masih ingin berusaha menyelamatkan seluruh anggota keluarganya. Sayangnya, tinggallah dia satu-satunya manusia yang selamat dari tenggelamnya kapal Tsimsum.


Bersama beberapa hewan buas ia mengarungi samudera Pasifik. Bayangkan bagaimana perasaan Pi, remaja berumur 16 tahun, yang harus berada di sekoci yang sama dengan beberapa hewan buas yang selalu ingin menerkamnya. Dengan kepiawaiannya, penulis dan sutradara film tersebut mengatur beberapa penyebab yang menggelitik namun menarik tentang mengapa hewan-hewan tersebut bisa berada di sekoci yang sama dengan Pi. Sungguh perjuangan yang begitu mengagumkan. Betapa tidak, dia harus berusaha bertahan hidup berminggu-minggu dengan kondisi yang lemah, dengan makanan seadanya, dan dengan ketakutan akan terkaman hewan buas dan badai laut yang kapan saja bisa terjadi. Terlebih lagi, dia harus berbagi sekoci dengan Richard Parker, seekor harimau bengal dewasa.

Meski sedikit tidak masuk akal, namun film ini akan membuat penonton lupa bahwa itu hanyalah animasi semata karena keindahan visual yang ditampilkan. Banyak hal menakjubkan yang terjadi di tengah lautan pasifik. Mulai dari adanya ribuan ikan kecil yang terbang menyerbu sekoci mereka, ratusan lumba-lumba yang melintasi sekeliling sekoci, ataukah lautan di malam hari yang berubah menjadi kembaran langit dan menjadikan ikan-ikannya seperti bintang karena pantulan cahaya dari gerakan tubuh mereka. Sungguh tak mengherankan jika kata WOW harus terucap berkali-kali di bibir para penonton. Tak hanya itu, keindahan pun digambarkan ketika mereka terdampar di sebuah pulau yang berbentuk manusia dan akan memangsa makhluk hidup di dalamnya ketika malam hari.
Pi adalah anak yang cerdas karena dia bisa membaca kondisi sekelilingnya hingga bisa bertahan hidup baik di pulau tersebut maupun di tengah laut. Bahkan ketika ia harus belajar bertahan hidup berdasarkan buku panduan yang didapatkan di sekoci tersebut.

Bersama seekor harimau, ia melanjutkan perjalanannya dengan harapan yang kecil untuk bisa selamat. Rasa haru dirasakan ketika melihat Pi yang mencoba menenangkan harimau Bengal dewasa yang sekarat di pangkuannya setelah melalui badai yang besar. Bahkan Pi sempat berpikir itulah akhir hidupnya. Namun, Tuhan berkata lain. Mereka selamat dan terdampar di sebuah pantai. Tapi, bukannya senang atas keselamatan mereka, Pi pun menangis seperti anak kecil karena harus berpisah dengan Richard Parker yang telah memberinya semangat untuk bertahan hidup selama berminggu-minggu terkatung-katung di lautan lepas.

Akhirnya, film ini dapat di kategorikan sebagai film yang wajib di tonton oleh semua kalangan umur bukan hanya bagi mereka yang mencintai petualangan tapi juga bagi mereka yang ingin menumbuhkan keberanian dan keikhlasan dalam menjalani hidup. Rasa syukur akan tumbuh ketika sesorang melihat langsung kebesaran Tuhan, dan itulah yang diajarkan sutradara Ang Lee dalam film “Life of Pi” ini.







No comments:

Post a Comment

please be a member then you can leave your comment for this blog, thanks :)

Note: only a member of this blog may post a comment.

Mario Walking